Serambi Nusantara – Pemandangan kabel menjuntai dan semrawut di Kota Bandung segera jadi kenangan. Pemerintah Kota Bandung kini tancap gas mempercepat penataan kabel udara yang dinilai tak hanya merusak estetika kota, tapi juga membahayakan keselamatan warga.
Kondisinya memang sudah memprihatinkan. Bahkan, dilaporkan ada seorang pengendara motor yang celaka gara-gara kabel melintang rendah di jalan. Insiden ini jadi peringatan serius soal pentingnya pengawasan dan tanggung jawab para operator penyedia jaringan.

Wakil Wali Kota Bandung, H. Erwin, turun langsung meninjau penataan kabel udara di kawasan Kiaracondong. Ia menegaskan, penataan ini bukan cuma soal kerapihan, tapi menyangkut citra dan keselamatan Kota Bandung.
“Bandung ini kota wisata. Kita ingin pengunjung dan warga merasa aman dan nyaman. Jangan sampai ada lagi korban karena kabel udara yang dibiarkan menjuntai,” tegas Erwin.
123 Kilometer Kabel Sudah Ditertibkan
Sejak 2022, Pemkot Bandung serius menangani persoalan ini. Kepala Bidang Infrastruktur dan TIK Diskominfo Kota Bandung, Mahyudin, memaparkan bahwa penataan kabel udara dilakukan bertahap setiap tahunnya.
“Tahun 2022, kita tata 30 km kabel. Lalu 42 km di 2023, dan 40 km di 2024. Untuk tahun ini, dari Januari sampai April, sudah 11 km kabel yang ditertibkan,” jelas Mahyudin. Total keseluruhan hingga saat ini mencapai 123 km kabel udara yang sudah dibereskan.
Kolaborasi Jadi Kunci
Penataan kabel ini bukan pekerjaan mudah. Tapi Pemkot Bandung tak sendirian. Mereka menggandeng Apjatel (Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi) dan para operator layanan telekomunikasi untuk bersama-sama mempercepat proses ini.
“Kita dorong kolaborasi semua pihak, termasuk operator. Karena ini bukan hanya urusan pemerintah, tapi juga tanggung jawab bersama,” tambah Mahyudin.
Langkah cepat Pemkot Bandung ini diharapkan bisa jadi inspirasi bagi kota-kota lain. Karena kota yang aman dan rapi, bukan hanya enak dilihat, tapi juga menyelamatkan nyawa.
(GP)

